artikelby: ahmad on: 2011-07-20 00:12:50 telah dilihat sebanyak 7930

Vitamin C dari Makanan Cegah Katarak

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Kekeruhan ini merupakan proses yang wajar seiring dengan pertambahan usia. Walau bisa diobati dengan operasi namun katarak bisa dicegah.

Beberapa penelitian menemukan orang yang memiliki kadar antioksidan tinggi dalam tubuhnya, termasuk vitamin C, risikonya untuk menderita katarak lebih rendah.

Akan tetapi kebanyakan penelitian itu dilakukan pada populasi penduduk di negara Barat. Karena itu para peneliti mencoba melakukan penelitian dengan melibatkan responden dari negara berkembang seperti India di mana angka kecukupan vitamin C-nya masih rendah dan prevalensi kataraknya cukup tinggi.

Untuk penelitian ini, para peneliti mengevaluasi lebih dari 5.600 orang dewasa di India yang berusia di atas 60 tahun. Para responden diwawancara mengenai pola makan dan gaya hidup serta mengambil contoh darah untuk mengukur kadar vitamin C dalam tubuh.

Secara umum, hampir 73 persen partisipan studi menderita katarak. Tetapi orang yang memiliki kadar vitamin C cukup tinggi, risikonya berkurang hingga 39 persen dibanding dengan orang yang kekurangan vitamin.

Dalam penelitian itu hampir sebagian besar responden kekurangan vitamin C, bahkan hampir 30 persen memiliki konsentrasi vitamin C di bawah batas bawah deteksi (kurang dari 2 mikromoles per liter). Padahal di bawah 11 mikromoles per liter sudah tergolong defisiensi vitamin C.

Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal Ophtalmology. Tetapi tidak disimpulkan bahwa kecukupan vitamin C akan mencegah katarak.

Meski begitu, peneliti senior Astrid Fletcher, mengatakan vitamin C adalah antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas.

"Penelitian di laboratorium pada hewan menunjukkan vitamin C punya peran penting untuk melindungi lensa mata dari stres oksidatif," katanya.

Mata, menurut dia, sangat rentan pada stres oksidatif. "Cahaya sangat penting untuk penglihatan tapi cahaya juga sangat merusak. Lensa mata menyerap radiasi ultarviolet, sumber utama stres oksidatif," paparnya.

Beberapa penelitian yang dilakukan di negara maju tidak menunjukkan hasil yang sama dengan di India. Fletcher berpendapat halitu karena orang dari negara maju memiliki status gizi yang baik sehingga tambahan dosis vitamin dari suplemen tidak cukup membantu.

"Vitamin C larut dalam air sehingga kelebihannya dengan mudah dikeluarkan. Selain itu mengonsumsi suplemen vitamin sulit menyamai efek vitamin dari makanan," katanya.

Makanan yang sarat vitamin C antara lain buah-buahan berwarna, kiwi, stroberi, brokoli, juga tomat.

(sumber)