artikelby: ahmad on: 2012-01-05 21:35:37 telah dilihat sebanyak 6249

Teman Tepat Saat Makan Berlemak, Ya Jus Jeruk

BILA Anda hendak makan steik, sop daging, atau burger, jangan lupa pesan jus jeruk sebagai minuman pendamping. Sebab, flavonoid dalam jus jeruk bisa menetralkan tekanan oksidatif dan inflamasi yang dihasilkan oleh makanan berlemak dan tinggi karbohidrat serta membantu mencegah kerusakan pembuluh darah.

Radikal bebas memang dikenal menginduksi peradangan pada lapisan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap risiko serangan jantung dan stroke. Dalam studi terbaru di Universitas Buffalo, seorang ahli endokrin mengatakan efek potensial jus jeruk seperti yang disebutkan di atas mungkin berasal dari antioksidan naringenin flavonoid dan hesperidin.

"Data kami menunjukkan bahwa minum jus jeruk dengan makanan tinggi lemak dan karbohidrat dicegah peningkatan spesies oksigen reaktif dan agen inflamasi lainnya," kata UB Husam Ghanim, PhD, peneliti utama studi ini.

"Masalah peradangan setelah makan adalah penting karena glukosa dan trigliserida tinggi diketahui terkait dengan pengembangan peristiwa kardiovaskular." Jus jeruk juga mencegah peningkatan SOCS-3, mediator penting dari resistensi insulin, yang memberikan kontribusi untuk pengembangan diabetes tipe 2.

"Data ini menekankan bahwa makanan tinggi akan lemak dan karbohidrat akan mempercepat inflamasi," kata Paresh Dandona MD, profesor dari Diabetes-Endocrinology Center of Western New York.

"Selain itu, gen proinflamasi tertentu diaktifkan setelah asupan glukosa dan lemak serta karbohidrat tinggi. Perubahan ini diamati pada sel-sel mononuklear yang berpartisipasi dalam peradangan pembuluh darah dan resistensi insulin," katanya.

(sumber)